Oleh: Bapak Muhammad Fajar Laksana

Pimp.Ponpes Modern Dzikir Alfath

Apa hikmah bulan muharram yaitu kita harus hijrah bersamaan ditetapkan tahun baru islam karena tahun baru islam ditetapkan bersamaan dengan hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Maka kita pun harus hijrah kepada Allah.

Apa yg dimaksud dengan hijrah ini dijelaskan oleh Allah dalam Qs Annisa : 100

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُّهَا جِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يَجِدْ فِى الْاَ رْضِ مُرٰغَمًا كَثِيْرًا وَّسَعَةً ۗ وَمَنْ يَّخْرُجْ مِنْۢ بَيْتِهٖ مُهَا جِرًا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ اَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

“Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah n Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 100)

Makna Hijrah itu pindah atau berubah kepada Fisabilillah (Dijalan Allah) karena Mengikuti dan mentaati Allah dan Rasulnya.

MAKA INTI MAKNA HIJRAH ITU ADALAH PINDAH ATAU BERUBAH MENUJU KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Apa yang harus dirubah dan dipindahkan diri kita menuju kepada Allah dan Rasulnya ada 2 bagian yaitu :

  1. Hijrah Qolbu
  2. Hijrah Jasmani.
  • HIJRAH QOLBU

Hijrah Qalbu ini yang utama karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

 ” أَلا وإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وإذَا فَسَدَت فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهيَ القَلْبُ.“ رواه البخاري ومسلم

Ketahuilah sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang menentukan baik buruk nya diri kita tubuh kita jasmani kita adalah sangat tergantung kepada Qolbu kita. maka yang pertama kali harus di hijrahkan yang harus dirubah adalah qolbu kita yaitu QOLBU KITA DIHIJRAHKAN dari Qolbu yang keras bagaikan batu, Qolbu yang terkunci tertutup. Qolbu yang buta. tuli. dan bisu. DENGAN DZIKIR kita Hijrahkan Qolbu kita kepada Allah, maka Qolbu kita akan INGAT kepada Allah.

ini dijelaskan dalam Qs.Azzumar ayat 22 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَفَمَنْ شَرَحَ اللّٰهُ صَدْرَهٗ لِلْاِ سْلَا مِ فَهُوَ عَلٰى نُوْرٍ مِّنْ رَّبِّهٖ ۗ فَوَيْلٌ لِّلْقٰسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ مِّنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اُولٰٓئِكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”

(QS. Az-Zumar 39: Ayat 22)

Firman Allah diatas menyampaikan  Qolbu yang keras bagaikan batu karena tidak berdzikir kepada Allah,  maka Dzikir itu sesungguhnya adalah cara atau metode  agar Qolbu kita Hijrah dari Qolbu yang tertutup yang keras lupa kepada Allah, menjadi Qalbu yang Ingat  ke pada Allah.

Maka ini kemudian disampaikan lagi oleh Allah dalam Qs Arrad 28.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ 

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 28)

Firman Allah diatas menyatakan bahwa dengan Dzikir maka Qolbu menjadi tenang menjadi bahagia karena Dzikir. maka Dzikir menyebakan Hijrahnya Qolbu kepada Allah.

Kemudian agar Qolbu kita selalu ingat kepada Allah  maka kita harus selalu berdoa dan memohon kepada Allah agar Qolbu kita bisa selalu Berdzikir kepada Allah. Qolbu yang selalu taat kepada Allah dan Rasulnya. Qolbu yang teguh terhadap Agama Allah.ini yang menjadi doa yang diajarkan Rasulullah SAW:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Artinya: Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.’

Dan doa seperti dalam Al Quran Surat Ali-Imran ayat 8:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang kepada kesesatan, setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (Karunia).”

  • HIJRAH JASMANI

Kalau Qalbu audah Baik sudah Berdzikir kepada Allah maka Qalbu kita akan membawa jasmani kita tubuh kita gerak langkah hidup kita yang akan selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah.

maka orang yg sudah berdzikir berarti sudah hijrah Qalbu nya sehingga hidup nya akan selalu digunakan untuk memperjuangkan agama Allah untuk berjihad Fisabilillah dijalan Allah,  sehingga orang tersebut yang sudah berdzikir hidupnya akan HIJRAH KEDALAM JAMAAH ISLAM agar bisa kuat dan mampu berjihad di jalan Allah. ini yang menjadi keharusan kita untuk HIJRAH JASMANI DIRI KITA KE DALAM JAMAAH ISLAM jangan hidup sendiri sendiri. dijelaskan dalam Qs Al Imran 103.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا عْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَا ذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَ صْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَا نًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّا رِ فَاَ نْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 103)

Dengan Hijrah kedalam Jamaah Islam maka kita akan menjadi kuat hal ini dijelaskan dalam Qs Al Anfal ayat 26.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا ذْكُرُوْۤا اِذْ اَنْـتُمْ قَلِيْلٌ مُّسْتَضْعَفُوْنَ فِى الْاَ رْضِ تَخَا فُوْنَ اَنْ يَّتَخَطَّفَكُمُ النَّا سُ فَاٰ وٰٮكُمْ وَاَ يَّدَكُمْ بِنَصْرِهٖ وَرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Dan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih (berjumlah) sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekah), dan kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur.”

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 26)

Nabi Muhammad Saw ketika ada di Kota Mekah (Periode Mekah) dalam kondisi umatnya kecil dan lemah.

Ketakutan dibunuh diculik oleh orang kafir Mekah kurang lebih kondisi ini sama dengan kondisi kita saat ini. Islam di kita jadi kecil, lemah dan banyak ketakutan. maka Allah Swt memberikan solusinya yaitu menyuruh hijrah yaitu merubah kondisi kita yang kecil menjadi besar, yang lemah menjadi kuat, yang ketakutan menjadi berani.

Dalam sejarah Nabi Muhammada Saw Hijrahnya ke Kota Madinah Yaitu disebutkan dalam Qs Al Anfal 26 Hijrah ke TEMPAT

 فاوكم وايدكم بنصره

yaitu ke tempat yang menjadikan kuat dengan pertolongan Allah, tempat diartikan majelis atau jamaah sesuai QS Ali Imran : 103, didalamnya ada jamaah. Dan kita harus masuk dalam jamaah Islam jangan hidup sendiri-sendiri. Kemudian yang menjadikannya kita kuat didalam tempat jamaah.

Hal ini kemudian dijelaskan lagi oleh Allah dalam Qs Al Anfal ayat 74. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَا جَرُوْا وَجٰهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَا لَّذِيْنَ اٰوَوْا وَّنَصَرُوْۤا اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا ۗ لَّهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.”

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 74)

Allah menyuruh orang yang beriman untuk hijrah dan kemudian berjihad dijalan Allah. ini disebut oleh Allah Mukmin yang Haqqoo. mukmin sejati.mukmin yg sebenar benarnya beriman. dan sebaliknya Allah jelaskan dalam Qs. Annisa 97 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ تَوَفّٰٮهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ ظَا لِـمِيْۤ اَنْفُسِهِمْ قَا لُوْا فِيْمَ كُنْتُمْ ۗ قَا لُوْا كُنَّا مُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ الْاَ رْضِ ۗ قَا لُوْۤا اَلَمْ تَكُنْ اَرْضُ اللّٰهِ وَا سِعَةً فَتُهَا جِرُوْا فِيْهَا ۗ فَاُ ولٰٓئِكَ مَأْوٰٮهُمْ جَهَـنَّمُ ۗ وَسَآءَتْ مَصِيْرًا 

“Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi diri sendiri, mereka (para malaikat) bertanya, “Bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “Kami orang-orang yang tertindas di Bumi (Mekah).” Mereka (para malaikat) bertanya, “Bukankah Bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah (berpindah-pindah) di Bumi itu?” Maka orang-orang itu tempatnya di Neraka Jahanam dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali,”

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 97)

Firman Allah diatas menyampaikan orang islam yang meninggal tapi belum berhijrah masih hidup dalam lingkungan kafirin munafikin tidak hijrah masuk  kedalam jamaah islam maka akan mendapatkan siksa Allah.

Hal ini karena Nabi menyampaikan

” الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.“

“(Agama) seseorang itu sesuai dengan agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim dan Ahmad, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 927)

hadist tersebut menyampaikan kalau kita hidup masih ada didalam jamaah kafirin dan munafikin maka teman kita itu adalah munafikin dan kafirin. sedangkan kuat agama seseorang dalam hadits diatas dapat dilihat dari teman dekatnya  maka kalau kita Hijrah kedalam jamaah islam berarti teman kita adalah para Mukmin sejati sehingga InsyaAllah kita pun akan menjadi Mukmin yang Haqqoo. mukmin sejati yang akan diselamatkan hidup di dunia dan Akhirat.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *