Pencak silat aliran Sang Maung Bodas yang berasal dari Sukabumi kembali menunjukkan eksistensinya di kancah internasional dengan memperluas pengembangan ke Singapura. Langkah ini ditandai dengan pembukaan program sosialisasi sertifikasi pelatih internasional sekaligus seleksi calon pelatih yang akan diberangkatkan ke luar negeri.

Guru Besar Pencak Silat Sang Maung Bodas, KH Fajar Laksana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya standarisasi dan penguatan kualitas pelatih.

“Hari ini kita melaksanakan pembukaan sosialisasi sertifikasi pelatih internasional Pencak Silat Aliran Sang Maung Bodas, sekaligus seleksi untuk menjadi pelatih di Singapura. Hal ini dilakukan karena aliran Sang Maung Bodas sudah berkembang dan membutuhkan standarisasi serta sertifikasi,” ujarnya, Minggu (12/04/2026).

Ia menambahkan bahwa kebutuhan pelatih di berbagai negara menjadi alasan utama dilaksanakannya program ini.

Selama kurang lebih satu setengah bulan, para calon pelatih akan menjalani pembinaan intensif di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath. Program ini mencakup standarisasi teknik, sertifikasi kepelatihan, serta pembekalan bahasa Inggris sebagai persiapan mengajar di tingkat internasional.

Adapun persyaratan peserta meliputi:

  • Usia minimal 18 tahun dan maksimal 30 tahun
  • Memiliki pengalaman sebagai pelatih
  • Menguasai Jurus Baku IPSI dan TGR

Peserta juga akan mempelajari jurus khas Sang Maung Bodas sebelum mengikuti ujian sertifikasi. Setelah dinyatakan lulus, mereka berkesempatan mengikuti seleksi lanjutan untuk menjadi pelatih yang akan diberangkatkan ke Singapura.

Beberapa materi yang akan diajarkan meliputi jurus khas seperti:

  • Golok Kala Petok
  • Maung Keubet
  • Panca Kinanti
  • Permainan tradisional Boles (lempar bola api)

Selain itu, pelatih juga akan mengajarkan dua Jurus Baku IPSI sebagai standar nasional.

Program pengiriman pelatih ini akan dilaksanakan di Grasio Sport Pencak Silat Singapura, yang sebelumnya telah menerima lima pelatih dari Sukabumi pada November 2025.

Ketua IPSI Kota Sukabumi, Mohamad Muraz, menyambut baik inisiatif ini dan memberikan dukungan penuh.

“Kegiatan ini tidak hanya membawa IPSI ke tingkat nasional, tetapi juga mengharumkan nama Kota Sukabumi di kancah internasional,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa program ini terbuka untuk umum tanpa membedakan perguruan, sehingga menjadi peluang bagi para pesilat untuk meningkatkan pengalaman dan karier di tingkat global.

Sementara itu, Assistant Head Coach One Grasio Singapore, Rudy Ismanto Jasmori, mengungkapkan apresiasinya terhadap kontribusi pelatih Sang Maung Bodas.

“Para pesilat di Singapura sangat menantikan kedatangan mereka. Metode pengajaran yang dibawa mampu meningkatkan kemampuan gerak, ketangkasan, dan pemahaman teknik secara signifikan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran pelatih dari Sang Maung Bodas telah memberikan warna baru dalam pengembangan pencak silat di Singapura.

Melalui program ini, diharapkan pencak silat aliran Sang Maung Bodas dapat terus berkembang secara global serta membuka peluang bagi para pelatih untuk menjadi profesional dengan prospek masa depan yang menjanjikan di dunia persilatan.

Sumber : https://www.koran-gala.id/news/58716984884/pencak-silat-sang-maung-bodas-dinantikan-warga-singapura-6-pelatih-siap-mengajar-di-grasio-sport?page=2