Siswa SDIT AL FAJR Ikut Memeriahkan Lomba Merias Domba dan Sate Terpanjang 2020

Sukabumi, 01 Agustus 2020 – SDIT ALFAJR – Pesantren Dzikir Al Fath menggelar kegiatan Qurban Festival 2020. Kegiatan ini dimeriahkan oleh pelombaan menghias domba dan membakar sate terpanjang, sepanjang 100 meter.

Kegiatan diawali dengan penampilan nasyid dan pencak silat dari santri ponpes dzikir al Fath. kegiatan ini dibuka langsung oleh Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath yaitu Bpk. Prof.DR. KH M Fajar Laksana.,SE.,CQM.,MM.,Ph.D.

Kegiatan Menghias dan Fashion Show Domba

Puluhan hewan kurban mengikuti kegiatan beauty contest atau menghias dan fason show domba dalam kegiatan  Perayaan Idul Adha tersebut. Kegiatan ini menggelar perlombaan  antar santri di lingkungan pesantren Dzikir Al-Fath daam ragka menyambut Lebaran haji / Idul adha .

Kegiatan perlombaan merias hewan kurban sebelum penyembelihan yang berlangsung di halaman Pesantren Dzikir Al Fath – SDIT AL FAJR, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi berlangsung meriah.  Uniknya, kreativitas ratusan satri dan santriwati bertemakan ‘Dombapun pakai Masker’. Karena itu, para santri  merias  sapi dan domba bertemakan waspada Corona. 

Karena berkaitan dengan wabah pandemi Covid-19, panitia kegiatan beauty contest dan fashion show, tidak hanya mensyaratkan hewan kurban yang dilombakan memakai masker dan Alat Perlindungan Diri (APD). Tapi santri dan santriwati yang terlihat kegiatan perlombaan diwajibkan  memakai perlengkapan sesuai prosedural kesehatan. Yakni memakai masker.  

Setiap peserta membawa hewan kurban yang telah dirias  mengeliling podium layaknya perlombaan yang diikuti ratu kecantikan.   Hewan yang telah dirias terlihat berkeliling dituntun para santri sehingga memperoleh sambutan luar biasa.  

Terlihat sejumlah tim juri mengamati secara saksama hewan-hewan yang mengikuti perlombaan kali ini.

“Selain hewan kurban  memakai masker, juga para santri pun diwajibkan harus memakai masker sesuai prosedural kesehatan,” kata Pimpinan Pondok Pesantra Dzikir Al Fath, KH. Fajar Laksana.

 Perlombaan kali ini, memberikan peluang kepada santri untuk menyalurkan kreativitasnya,  kata pimpinan Ponpes dikir Al Fath juga menjadi wahana untuk memberikan kemeriaah menyambut Idul Adha. Para santri terlihat menyambut dengan suka cita. “Tapi yang lebih penting  program pemerintah terkait waspada pandemi dapat tersampai kan. Karena yang hadir kegiatan ini, tidak hanya para santri dan santriwati. Banyak warga membaur hadir, sehingga program pemerintah terkait waspada  corona tersosialisasikan dengan baik,” katanya.*** 

Setelah kegiatan merias domba selesai, acara dilanjut dengan pembakaran sate terpanjang sepanjan 100 meter.

Membakar Sate Terpanjang

Kegiatan ini menjadi perhatian warga. Mereka berdatangan tidak hanya ingin melihat tusuk sate terpanjang. Tapi aktivitas pembakaran sepanjang 100 meter, menjadi tontonan menarik. Dengan mengunakan kipas bilik bambu, para santri beradu cepat, membakar sate hewan kurban. Hewan yang disumbangkan para donatur dibakar bersama sama.  Kepulan asap beraroma daging terbakar memenuhi areal komplek  pesantren

Acara pembakaran sate itu merupakan hasil kreatifitas santri. Mereka dibagi menjadi puluhan kelompok dan membakar daging kurban milik warga serta donatur.  Hewan kurban dititipan yang disembelih dibagikan kepada warga dan santri untuk disantap bersama. Tawa riang kerap terdengar saat membakar sate. Mereka bersukacita menyambut Iduladha ditengah-tengah pandemi wabah Covid-19, mereka tidak mengabaikan memakai masker. 

Kegiatan yang berlangsung di pelataran halaman Pesantren, kembali mencuri perhatian warga.  Banyak warga turut terlibat membakar daging hewan kurban.  Sebanyak 20 domba dan beberapa sapi disembelih. Daging hewan kurban tidak hanya dibagikan kepada warga tidak mampu di sekitar pesantren, tetapi disantapnbersama para santri Hanya kurang dari sejam, ribuan tusuk sate daging kurban sudah dibakar dan disantap para santri serta warga sekitar. 

 “Ini merupakan kegiatan tradisi pensatren, menyambut Idul Adha. Kami membakar bersama-sama  daging hewan kurban bersama santri dan warga sekitar,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Fajar Laksana. Dia mengatakan, membakar sate bersama merupakan upaya menyenangkan para santri. Apalagi para santri sangat jarang memakan daging domba dan sapi.  “Kami membagi kebahagian dengan para santri untuk turut makan bareng daging kurban,” katanya.

sumber berita : https://mediapakuan.pikiran-rakyat.com/sukabumi-raya/pr-63645889/sebelum-disembelih-hewan-kurban-dirias-awas-wabah-pandemi-covid-19

Siswa SDIT AL FAJR Ikut Memeriahkan Lomba Merias Domba dan Sate Terpanjang 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *