1).Amal kita dinaikan kepada Allah dengan Kalimatun Thoyibah yaitu lailahailallah dan puasa
Amal ibadah kita dinaikan ke langit dengan Kalimatun Thoyibah
Hal ini dijelaskan oleh :
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَنْ كَا نَ يُرِيْدُ الْعِزَّةَ فَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ جَمِيْعًا ۗ اِلَيْهِ يَصْعَدُ الْـكَلِمُ الطَّيِّبُ وَا لْعَمَلُ الصَّا لِحُ يَرْفَعُهٗ ۗ وَ الَّذِيْنَ يَمْكُرُوْنَ السَّيِّاٰتِ لَهُمْ عَذَا بٌ شَدِيْدٌ ۗ وَمَكْرُ اُولٰٓئِكَ هُوَ يَبُوْرُ
“Barang siapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.”
(QS. Fatir 35: Ayat 10)
Nabi menyuruh kita agar dalam kondisi berpuasa ketika amal kita dinaikan kelangit
Hal ini karena Allah telah sampaikan di Qs Al-Ahdzab ayat 35. bahwa orang yg berpuasa akan diampuni dosanya dan diberikan ganjaran yang besar.
2. Diturunkan rahmat dimalam Nisfu Syaban
Nabi Bersabda dari Urwah dan Aisyah
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيْعٍ حَدَّثَنَا يَزِيْدُ بْنُ هَارُوْنَ أَخْبَرَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِيْ كَثِيْرٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيْعِ فَقَالَ أَكُنْتِ تَخَافِيْنَ أَنْ يَحِيْفَ اللهُ عَلَيْكِ وَرَسُوْلُهُ ؟ قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَاءَكَ فَقَالَ إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كَلْبٍ
“Dari Urwah, dari Aisyah, beliau berkata “Pada suatu malam, saya kehilangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Maka saya pun keluar mencarinya, ternyata beliau ada di Baqi’, beliau bersabda: “Apakah kamu takut Allah dan Rasulnya mengabaikanmu?”.
Aku menjawab: “Wahai Rasulullah, saya mengira engkau mengunjungi sebagian di antara istri-istri engkau”. Nabi bersabda: “Sesungguhnya (rahmat) Allah turun ke langit yang paling bawah pada malam Nisfu Syaban dan Ia mengampuni dosa-dosa yang melebihi dari jumlah bulu kambing milik suku Kalb”.
Bagaimana kita bisa mendapatkan rahmat di malam nisfu syaban yaitu :
- Syifa dan Rahmat (pertolongan,kasih sayang dan ampunan dari Allah) bisa kita dapatkan di malam Nisfu Syaban. dengan menurunkan al-Quran (Qs. Al Isra ayat 82)
- Dzikir dan bertasbih di Malam Nisfu Syaban kita mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah Swt. Qs Al Ahdzab ayat 41-43
3).Malam Nisfu Syaban akan memberikan ampunan
Nabi Bersabda :
عَنْ مُعَاذِ بن جَبَلٍ عَن ِالنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Dari Mua’dz bin Jabal RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah memperhatikan hamba-Nya (dengan penuh rahmat) pada malam Nishfu Sya’ban, kemudian Dia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin orang yang hatinya ada kebencian antarsesama umat Islam”
Amaliyah apa di Nisfu Syaban kita bisa mendapatkan ampunan dari Allah, Maka ada 3 Amaliyah yaitu:
- Puasa disiang harinya sebelum malam nisfu syaban. Allah akan memberikan ampunan kepada kita dan pahala yg besar (Qs Al Ahdzab 35)
- Keluarkan Shodaqoh.Qs Attaubah ayat 103. Shodaqoh membersihkan dan mensucikan kita khususnya harta kita.
- Dzikir sebanyak banyaknya oleh Allah akan diampuni dosa kita khususnya Qalbu kita akan dibersihkan di sucikan oleh Allah (Qs Al Al Ahdzab 35. Qs Al Rad ayat 28).
4).Malam Nisfu syaban mengabulkan segala permohonan kita
Rasulullah bersabda,
إذا كان ليلة النصف من شعبان فقوموا ليلتها ، وصوموا يومها ، فإنّ الله تبارك وتعالى يقول : ألا مستغفر فأغفر له ، ألا مسترزق فأرزقه ، الا سائل فأعطيه ، ألا كذا ، حتى يطلع الفجر ”
Apabila malam nishfu Sya’ban tiba, dirikanlah shalat pada malamnya dan berpuasalah pada siangnya. Karena, sesungguhnya Allah berseru, “Siapa yang meminta ampun (pada malam ini), niscaya Aku akan mengampuninya, siapa yang meminta rezki (pada malam ini), niscaya Aku akan memberinya rezki, siapa yang meminta sesuatu kepada – Ku (pada malam ini), niscaya Aku akan mengabulkan permintaannya, siapa yang meminta ini dan itu, niscaya Aku akan memberinya apa yang ia minta”. ( HR . Ibnu Majah : 1/444 ).”
Allah akan memgabulkan permohonan kita di malam nisfu syaban maka caranya :
0 Komentar