• Laksanakan Istighosah maka akan dikabulkan permohonan kita (Qs Alanfal ayat 9.10)
  • Berdoa maka akan dikabulkan doa kita Qs. Albaqaroh 186. “Dalam Kitab Nuzhatul Majalis, lishshofuuri, juz 1 halaman 165:

قَالَ عَطَاءُ بْنُ يَسَارٍ مَا بَعْدَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَفْضَلُ مِنْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَهِىَ مِنَ اللَّيَالِى الَّتِيْ يُسْتَجَابُ فِيْهَا الدُّعَاءُ

Atha` bin Yasaar berkata : Tidak ada malam yang lebih utama setelah Lailatul Qadar dibandingkan dengan malam Nisfu Syaban Ia merupakan salah satu malam yang mustajab berdoa didalamnya.”.

  • Laksanakan shalat sunat (Qs Albaqoroh ayat 153 )
    Minta tolong kepada Allah dengan sholat sunat. Maka laksanakan sholat sunat taubat,tasbih,istikharoh,hajat,istiadah,lidafil balai,lisyukri nikmat,dan lain-lain.

5). Malam Nisfu Syaban diserahkan catatan buku amal kita

Dalam Kitab Tafsir Addurrul Mantsur, Lissuyuthi, juz 7 halaman 402:

وَأَخْرَجَ ابْنُ أَبِي الدُّنْيَا عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ : إِذَا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ دُفِعَ إِلَى مَلَكِ الْمَوْتِ صَحِيْفَةٌ فَيُقَالُ اِقْبِضْ مَنْ فِيْ هَذِهِ الصَحِيْفَةِ فَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَفْرِشُ الْفِرَاشَ وَيَنْكِحُ الْأَزْوَاجَ وَيَبْنِي الْبُنْيَانَ وَإِنَّ اسْمُهُ قَدْ نُسِخَ فِي الْمَوْتَى

Ibn Abiddunya mengeluarkan riwayat dari Atha` bin Yasaar, beliau berkata: “Ketika malam Nishfu Sya’ban, diserahkanlah buku catatan kepada malakul maut”. Dikatakan kepadanya “Cabutlah nyawa orang-orang yang ada dalam buku catatan ini. Maka ada seorang hamba membentangkan kasur, dia kawin dengan isteri-isterinya, dia membangun bangunan padahal namanya sudah disalin masuk ke daftar orang-orang yang mati.”

Pada malam nisfu syaban diserahkan buku catatan amal baik dan amalan buruk kita kepada Allah dan juga ketetapan nasib manusia.
Maka Allah menyampaikan dalam qs Arad ayat 39
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَمْحُوْا اللّٰهُ مَا يَشَآءُ وَيُثْبِتُ ۚ وَعِنْدَهٗۤ اُمُّ الْكِتٰبِ

“Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuz).”

Allah bisa menghapuskan catatan amal buruk kita ketika diserahkan kepada Allah. Itu hak kewenangan Allah maka caranya di malam nisfu syaban :


– Keluarkan shodaqoh karena membersihkan,mensucikan diri kita utamanya harta (Qs At-taubah 103. dan Qs Al-Ahdzab 35)
– Puasa menghapuskan dosa kita,diampuni oleh Allah Swt (Qs Al-Ahdzab35)
– Dzikir diampuni disa kita dibersihkan Qalbu kita (Qs Al Ahdzab 35.41.42.43. Qs Arda 28)

Selanjut nya di malam nisfu syaban Allah akan menerima amal kita dan menetapkan dan mencatat Nasib kita setahun kedepan maka. kita minta kepada Allah agar diberikan ketetapan atau Nasib yang baik yaitu dengan

  • Dzikir maka amal baik kita diangkat ke langit diterima oleh Allah Swt. (Qs Fatir ayat 10)
  • Dzikir kepada Allah akan di berikan ketetapan yang baik (Qs Ibrahim 27 ) dan kita memohon kepada Allah.Caranya para ulama menganjurkan setelah bada Magrib membaca Qs Yasin 3 kali
    Yasin pertama dibaca kemudian kita mohon dipanjangkan umur, Memohon agar mendapatkan pahala bulan ramadha untuk “Lailatul Qodar” diberikan kesehatan, ditolak dari segala bala, malapetakan, bencana, marabahaya, musibah, kecelakaan, kejahatan, kedzoliman huru hara dan fitnah dunia.

Yasin kedua dibaca kemudian memohon kepada Allah agar diampuni segala dosa kita

Yasin ketiga dibaca kemudia mohon kepada Allah diberikan Rizki yang mulia.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *